Membaca sebuah tulisan di blog memang menyenangkan, apalagi jika tulisannya sangat rinci dan bertujuan. Berbagai tulisan di weblog sangat bervariasi, mulai dari ilmu, curhat, emosi, ramal, sosial, dan banyak lagi macamnya.
Namun ada pula blog yang tulisannya sangat real dan sepintas terlihat sangar untuk dibaca (kalo bahasa sundanya tuh “teu Malapah Gedang”). Setelah membaca blog seorang teman, aku teringat ketika dulu pertama kali aku membuat tulisan di blogku, hehe…. Dulu aku sempet bingung apa yang harus aku tulis di blogku dan bagaimana cara menulis blog yang enak untuk dibaca.
Walaupun hingga saat ini aku masih kesulitan untuk membuat sebuah tulisan tapi setidaknya tidak seperti saat pertama kali aku menulis dulu yang sangat real sekali hingga kata-kata kasar dan seronok pun ditulisakan disitu.
Sebetulnya boleh-boleh saja sih jika seseorang menuliskan kata-kata yang mengandung unsur emosi dan aral tapi jika tidak diiringi dengan seni menulis, saya yakin orang akan berpandangan negatif terhadap sang penulisnya sendiri.
Intelektualitas seseorang dapat dilihat dari berapa banyak dia menulis” kata orang bijak. Aku yakin… semua orang menulis setiap hari, tapi tulisan seperti apa yang disebutkan oleh orang bijak diatas? apakah menulis proposal penawaran merupakan salah satunya? yang kemudian tinggal mengganti nama Brand pada proposal tersebut agar proposal tersebut bisa ditujukan ke berbagai Brand? yah… copy paste atuh itumah!.
Sampai saat ini aku belum mengerti tentang tulisan yang mencirikan intelektualitas seseorang, tapi aku berusaha agar tulisan-tulisanku ini enak untuk dibaca walaupun tidak bermanfaat karena bagaimanapun juga sebuah blog itu menurutku ibarat sebuah novel, sebuah diary yang dipublikasikan mengenai jatuh bangunnya individu, suka dan senang dan bahkan sebagai tempat mengadu yang dibumbui oleh berbagai sharing ilmu pengetahuan.



Komentar Terakhir